Business Continuity Risk Management

Kode Training : TT-13
  • Deskripsi

    Pelatihan Business Continuity Risk Management (BCRM) membekali peserta dengan kerangka kerja dan teknik praktis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang dapat mengganggu kelangsungan operasional organisasi. Melalui pendekatan end‑to‑end—mulai Business Impact Analysis (BIA), penilaian risiko, hingga perancangan dan pengujian rencana kontinuitas—peserta akan mampu memastikan bahwa bisnis tetap berjalan meski terjadi bencana, gangguan teknologi, atau krisis lainnya.

  • Alasan kebutuhan training
    • Minimalkan Downtime: Waktu henti operasional dapat menimbulkan kerugian besar baik finansial maupun reputasi.
    • Kepatuhan Regulasi: Banyak standar (ISO 22301, POJK TI, OJK) mengharuskan organisasi memiliki program BCM dan risk management.
    • Pengelolaan Risiko Terpadu: Menggabungkan perspektif risiko ke dalam rencana kontinuitas untuk mitigasi yang lebih efektif.
    • Perlindungan Aset Utama: Mengamankan proses bisnis dan infrastruktur kritikal dari gangguan.
    • Kesiapsiagaan Organisasi: Menciptakan budaya resilience dan respons terpadu di seluruh level manajemen.
  • Siapa saja yang memerlukan training?
    • Business Continuity Manager & Risk Manager
    • CIO / CTO, IT Operations Manager, dan IT Disaster Recovery Coordinator
    • Audit & Compliance Officer
    • Manajer Lini Bisnis yang bertanggung jawab atas proses kritikal
    • Tim Security & Emergency Response
    • Project Manager yang mengelola inisiatif mitigasi risiko
  • Prasyarat (prerequisite)
    • Pengalaman kerja minimal 6 bulan di bidang manajemen risiko, operasional TI, atau business continuity.
    • Pemahaman dasar framework manajemen risiko (ISO 31000 ) atau ITIL/ITSM merupakan nilai tambah.
    • Tidak diwajibkan memiliki sertifikasi BCM sebelumnya.
  • Materi training
    1. Fundamentals of Business Continuity & Risk Management
      • Definisi, istilah kunci, dan manfaat BCM
      • Hubungan antara BCM, DRP, dan Enterprise Risk Management
    2. Business Impact Analysis (BIA)
      • Teknik identifikasi proses & aset kritikal
      • Menentukan RTO, RPO, dan toleransi risiko bisnis
    3. Risk Assessment & Treatment
      • Metode identifikasi & penilaian risiko (likelihood & impact)
      • Strategi mitigasi: avoid, transfer, mitigate, accept
    4. BCM Strategy & Plan Development
      • Rancangan rencana kontinuitas (BCP) dan recovery runbooks
      • Struktur tim respons & kebijakan eskalasi
    5. Implementation & Resource Planning
      • Infrastruktur alternatif, tenaga, dan prosedur support
      • Integrasi BCP dengan kebijakan keamanan & ITSM
    6. Testing, Exercising & Maintenance
      • Tipe tes: tabletop, simulation, full interruption
      • Evaluasi hasil, corrective actions, dan continuous improvement
    7. Crisis Communication & Stakeholder Management
      • Rencana komunikasi darurat (internal & eksternal)
      • Peran media, regulator, dan customer notification
    8. Compliance & Audit Readiness
      • Mapping kontrol BCM ke ISO 22301 / POJK TI
      • Persiapan dokumen audit dan evidence trail
  • Hasil training

    Peserta akan mampu:

    • Melakukan BIA dan risk assessment untuk proses bisnis kritikal
    • Menyusun dan memelihara Business Continuity Plan dan Disaster Recovery Plan
    • Merancang strategi mitigasi risiko yang sesuai profil organisasi
    • Mengorganisir dan melaksanakan latihan pemulihan serta evaluasi
    • Menjamin kesiapan audit dan kepatuhan terhadap standar internasional
  • Waktu training
    • Durasi: 2 – 3 hari (16 – 24 jam)
    • Format: Online Live / Onsite / Hybrid
    • Jadwal: 09.00 – 17.00 WIB per hari
  • Metodologi penyampaian
    • Presentasi Interaktif teori, model, dan best practices
    • Workshop & Group Exercise BIA, risk mapping, dan rencana BCP
    • Tabletop & Simulation Exercises skenario gangguan nyata
    • Case Studies dari berbagai industri (perbankan, manufaktur, Telko, Servis)
    • Templates & Tools Demo (risk register, BCP template, testing checklists)
    • Q&A & Action Planning untuk implementasi pasca‑pelatihan