Cybersecurity Awareness for Executives

Kode Training :
  • Deskripsi

    Program pelatihan ini dirancang khusus untuk eksekutif di lingkungan perbankan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko keamanan siber, memahami ancaman terkini, dan mempelajari praktik terbaik dalam melindungi data dan aset digital institusi. Pelatihan ini memberikan perspektif strategis tentang bagaimana eksekutif dapat memimpin dalam membangun budaya keamanan siber yang kuat di organisasi mereka.

  • Alasan kebutuhan training
    1. Meningkatnya Ancaman Siber di Sektor Perbankan – Industri perbankan menjadi target utama serangan siber seperti phishing, ransomware, dan penipuan digital.
    2. Kepatuhan Regulasi – Regulator seperti OJK, Bank Indonesia, dan standar internasional (PCI DSS, PDP) mewajibkan pelatihan keamanan siber untuk semua level, termasuk eksekutif.
    3. Peran Strategis Eksekutif – Keputusan eksekutif memengaruhi kebijakan keamanan siber, sehingga pemahaman yang baik akan membantu dalam pengambilan keputusan yang efektif.
    4. Reputasi dan Kepercayaan Nasabah – Pelanggaran data dapat merusak reputasi bank dan mengakibatkan kerugian finansial serta kepercayaan nasabah.
  • Siapa saja yang memerlukan training?
    • C-Level Executives (CEO, CFO, CIO, CISO)
    • Direksi dan Dewan Komisaris
    • Senior Management (Head of Divisi, General Managers)
    • Risk & Compliance Officers
    • Eksekutif Senior di Divisi Operasional, Legal, atau Keamanan Informasi
  • Prasyarat (prerequisite)
    • Tidak diperlukan latar belakang teknis
    • Pemahaman umum tentang fungsi organisasi perbankan
    • Disarankan memiliki pengalaman manajerial minimal 5 tahun
    • Pemahaman dasar tentang operasional perbankan dan teknologi informasi.
  • Materi training

    . Overview Cybersecurity in Banking

    • Ancaman siber terkini di industri perbankan
    • Dampak serangan siber terhadap bisnis dan reputasi

    2. Regulatory & Compliance Requirements

    • Peraturan OJK, BI, dan standar internasional terkait keamanan siber
    • Tanggung jawab eksekutif dalam memastikan kepatuhan

    3. Common Cyber Threats & Attack Vectors

    • Phishing, ransomware, social engineering, insider threats
    • Studi kasus serangan siber pada bank global/lokal

    4. Best Practices for Cyber Risk Management

    • Peran eksekutif dalam manajemen risiko siber
    • Pentingnya budaya keamanan siber (security awareness)

    5. Incident Response & Crisis Management

    • Langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi pelanggaran data
    • Kolaborasi dengan tim IT, hukum, dan public relations

    6. Secure Decision-Making for Executives

    • Mempertimbangkan aspek keamanan siber dalam pengambilan keputusan bisnis
    Investasi dalam teknologi dan pelatihan keamanan siber
  • Hasil training

    Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan:

    1. Memahami ancaman dan risiko keamanan siber yang relevan dengan industri perbankan.
    2. Menyadari tanggung jawab mereka dalam memitigasi risiko siber.
    3. Mampu mengambil keputusan strategis yang memperhitungkan aspek keamanan siber.
    4. Memiliki kesadaran untuk mendorong budaya keamanan siber di seluruh organisasi.
  • Waktu training
    • Durasi: 1 hari (6-8 jam)
    • Format:
      • Sesi pagi: Pemaparan materi & diskusi (4 jam)
      • Sesi siang: Studi kasus, simulasi, dan tanya jawab (2-4 jam)
  • Metodologi penyampaian
    1. Presentasi Interaktif – Pemaparan materi dengan studi kasus nyata.
    2. Diskusi Panel – Berbagi pengalaman dengan pakar keamanan siber dan regulator.
    3. Simulasi & Role-Playing – Latihan merespons insiden siber (table-top exercise).
    4. Q&A Session – Konsultasi langsung dengan instruktur.
    5. Evaluasi – Post-training assessment untuk mengukur pemahaman peserta.

     

    Instruktur

    • Praktisi keamanan siber dari industri perbankan
    • Pakar regulasi keuangan
    • Konsultan cybersecurity dengan pengalaman di sektor finansial

    Dengan pelatihan ini, eksekutif perbankan akan lebih siap menghadapi tantangan keamanan siber dan memimpin organisasi menuju ketahanan digital yang lebih kuat.