Founder dan Partner
Muchsin Anzib
FounderMuchsin Anzib adalah pendiri PT. NetCentric Solution Indonesia. Ia telah berpengalaman di bidang TI selama lebih dari 38 tahun, dimulai sebagai instruktur lab komputer di tahun 1982, pengajar ilmu komputer, Progammer / Analyst, Systems dan Network Specialist, Manager hingga Division Head di Perbankan sebelum akhirnya berkiprah sebagai konsultan IT.
Muchsin juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli di instansi pemerintah. Ia menguasai TI secara rinci, baik dari aspek technical hingga management yang meliputi IT Strategic Planning,IT Operations Management, Information Security, Disaster Recovery Management, IT Audit, IT Project Management style. Muchsin hingga saat ini masih tetap updated mengenai teknologi baru hingga saat ini.
F. Hermawan Arianto
PartnerF. Hermawan Arianto adalah seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang Operational & Services, Internal Audit, Manajemen Risiko, dan Fraud Risk Management. Dengan keahlian yang mendalam dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko operasional, ia telah membantu berbagai organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang transparan, efektif, dan mengelola risiko praktik kecurangan.
Saat ini, Ia aktif memberikan edukasi, pelatihan, dan konsultasi kepada berbagai kalangan, mulai dari praktisi, akademisi, hingga masyarakat umum. Ia juga sering menjadi pembicara dalam seminar, workshop, dan kuliah umum.
Mengawali karir professional di CitiBank Indonesia tahun 1999 sampai dengan 2006 dengan dari posisi Officer hingga Manager dengan berbagai projek dan proses improvement di CitiPhone Banking dengan banyak menerima penghargaan dari CitiBank. Pengalaman berikutnya sebagai Assistance Vice President Information Technology Audit di PT. LippoBank Tbk, PT Bank CIMB Niaga, dan PT Bank RaboBank International (Indonesia) dan Vice President Financial Crime Investigation - Fraud Risk Management di PT. Bank Permata.
Boy Trianto
Partner
Zainal Hanafi
PartnerZainal Hanafi adalah seorang konsultan IT dan Manajemen. Ia pernah bekerja selama16 tahun di IBM Indonesia sebagai IT System Engineer. Selanjutnya, pernah juga menjadi Product Specialist dan Product Manager di perusahaan nasional di Jakarta.
Hanafi berpengalaman sebagai Product and Services Manager di IBM partner, Director of Operation di IT Consultan Company sebelum menjadi Direktur Politeknik Aceh, sebuah perguruan tinggi vokasi, pada tahun 2008 sampai 2017. Selain itu, Hanafi juga berpengalaman dalam menangani pemerintahan maupun industri swasta lainnya.
Widiatama Bunarto (Tomo)
PartnerKualifikasi Profesional: 8+ tahun di IBM Indonesia sebagai IT System Engineer and Solution Specialist, 10+ tahun di Citibank NA Indonesia, sebagai SVP of Operations & IT, 4+ tahun di CIMB Niaga sebagai SVP HR & Operations, dan 4 tahun di MNC Bank sebagai Direktur Operasi & TI.
Pengalaman Proyek: Pengembangan Bisnis/Layanan Digital, Manajemen Risiko TI, Manajemen Risiko Kredit, Pengembangan SDM dan Organisasi.
Aswil Nazir
PartnerAswil adalah seorang praktisi IT dengan lebih dari 35 tahun pengalaman di berbagai area teknologi informasi dan manajemen. Ia mengawali karirnya di IBM tahun 1981 selama 20 tahun, dari posisi Systems Engineer hingga managerial. Sebagai Systems Engineer, ia pernah menekuni teknologi mainframe, database, data warehouse, networking dan server consolidation sebelum dipromisikan ke jenjang manajerial sebagai Manager Open Systems Center, Manager Networking Solution & Services dan Manager Cross Server & Server Consolidation.
Pengalaman kerja berikutnya adalah bersama Citibank Indonesia sebagai Vice President Technology Infrastructure, Corporate IT Operations Manager di PT Dexa Medica, dosen IT di Universitas YARSI, Managing Director PT CA Technology Solutions dan VP Special Project Manager di Bank CIMB Niaga selama 2 tahun (2015-2017).
Amiras
PartnerAmiras merupakan seorang yang antusias terhadap gaya hidup digital dengan pengalaman kerja lebih dari 25 tahun, khususnya di bidang perbankan dan IT di perusahaan multi-nasional dan lokal.
Ia tertarik dalam mengembangkan ide-ide baru tentang bagaimana teknologi dapat lebih meningkatkan operasi bisnis dan kualitas hidup secara keseluruhan. Prinsipnya adalah "jika lebih baik itu memungkinkan, baik saja tidak akan cukup".
Bahasa Indonesia
English (United Kingdom)